Home » Info Nasa » Info Agrokomplek » Mengenal Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman

Mengenal Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman

Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman

Pentingnya bagi petani untuk memahami gejala kekurangan unsur hara baik makro maupun mikro, Kenapa alsannya ? dalam proses pertumbuhan tanaman membutuhkan makanan untuk melangsungkan hidupnya dengan mengandalkan ketersedian kandungan unsur hara dalam tanah. Kebutuhan unsur hara baik makro maupun mikro pada masing-masing tanaman berbeda-beda tergantung dari jenisnya, ada jenis tanaman yang rakus makanan dan ada pula yang biasa-biasa saja.

Apa yang akan terjadi kalau ketersedian unsur hara kurang ? Jika unsur hara dalam tanah tidak tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya menurun. Kita tidak mungkin untuk mengecek kandungan unsur hara dalam tanah setiap saat untuk mengetahui ketersediaan unsur hara tersebut. Nah, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala kekurangan unsur hara pada tanaman.

Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro Pada Tanaman

Nitrogen (N)
Gejala kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun berubah menjadi hijau muda kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan mengering berwarna merah kecoklatan. Pembentukan buah tidak sempurna, kecil-kecil, kekuningan, dan masak sebelum waktunya.

Cara penanganan kekurangan unsur nitrogen adalah dengan menambahkan pupuk kimia berupa urea (N=46%), ZA (N=21%), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N tinggi.

Fosfor (P)
Gejala kekurangan fosfor ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah keunguan, daun melengkung, dan terpelintir (distorsi). Tepi daun, cabang dan batang juga berwarna ungu. Kekurangan unsur ini menyebabkan terhambatnya sistem perakaran dan pembuahan.

Cara penanganan kekurangan unsur fosfor adalah dengan menambahkan pupuk kimia SP36 (P=36%), NPK, MKP serta pupuk daun kandungan P tinggi.

Kalium (K)
Gejala kekurangan kalium ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski tidak merata, tepi dan ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat. Bercak daun ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan simpan.

Cara penanganan kekurangan unsur kalium adalah dengan menambahkan pupuk kimia KCl (K=52%), NPK, MKP, serta pupuk daun kandungan K tinggi.

Sulfur (S)
Gejala kekurangan sulfur ditandai dengan warna daun muda memudar (klorosis), berubah menjadi hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-putihan. Pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus.

Cara penanganan kekurangan unsur sulfur adalah dengan menambahkan pupuk kimia ZA (S=20%), Phonska (S=10%), serta pupuk daun yang mengandung unsur S.

Kalsium (Ca)
Gejala kekurangan kalsium ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati, pertumbuhan tanaman lemah dan merana, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda banyak yang rontok dan masak sebelum waktunya, warna buah kurang sempurna.

Cara penanganan kekurangan unsur kalsium adalah dengan menambahkan kapur dolomite (Ca=38%), kalsium karbonat (Ca=90%), serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99%.

Magnesium (Mg)
Gejala kekurangan magnesium ditandai dengan daun tua yang semula hijau segar berubah menjadi kekuningan dan tampak pucat. Diantara tulang-tulang daun terjadi klorosis, warna berubah menguning dan terdapat bercak-bercak berwarna kecoklatan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau.

Cara penanganan kekurangan unsur magnesium adalah dengan menambahkan pupuk kimia kieserite, kapur dolomite (Mg=18%), serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg.

Gejala Defisiensi Unsur Hara Mikro Pada Tanaman

Besi (Fe)
Gejala kekurangan besi ditandai dengan warna kuning pada daun-daun muda, pertumbuhan tanaman terhambat, daun berguguran dan mati pucuk, tulang daun yang berwarna hijau berubah kekuningan kemudian memutih, pertumbuhan tanaman seolah terhenti.

Seng (Zn)
Gejala kekurangan seng ditandai dengan daun tua berwarna kekuningan atau kemerahan, daun berlubang, mengering dan akhirnya mati.

Mangan (Mn)
Gejala kekurangan mangan ditandai dengan pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau kemerahan, jaringan daun di beberapa tempat mati, serta biji yang terbentuk tidak sempurna.

Boron (B)
Gejala kekurangan boron ditandai dengan tepi daun mengalami klorosis mulai dari bawah daun kemudian mengering dan akhirnya mati. Pada tanaman bercabang, ruas tanaman memendek, batang keropos, pembentukan cabang tumbuh sejajar berdampingan.

Tembaga (Cu)
Gejala kekurangan tembaga ditandai dengan daun berwarna hijau kebiru-biruan, ujung daun secara tidak merata ditemukan layu, terkadang terjadi klorosis meski jaringannya tidak mati, pertumbuhan tanaman kerdil dan gagal membentuk bunga.

Molibedenum (Mo)
Gejala kekurangan molibdenum ditandai dengan warna daun memudar, keriput dan mengering, pertumbuhan tanaman seolah terhenti dan akhirnya mati.

Mitranasa.com menyediakan Produk Supplemen dan Pupuk Organik dari PT. Natural Nusantara untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman.

Selain membutuhkan suplemen, Tanaman juga membutuhkan Pestisida, Herbisida, Fungisida untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai gejala kekurangan unsur hara bagi tanaman semoga menjadikan petani di Indonesia semakin maju dan mendapatkan hasil panen yang semakin meningkat

Satu komentar pada “Mengenal Gejala Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *